Hacking?! Apa sebenarnya itu Hacking?
Hacking, Apa itu?
![]() |
| Sumber : https://www.bitlyft.com/trends-in-cybercrime-today-protect-your-business/ |
Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula teknologi-teknologi yang diciptakan para ahli. Namun, bukan hanya teknologi saja yang berkembang tetapi kejahatan juga berkembang seiring berkembangnya teknologi. Cyber Crime salah satu contohnya. Dikutip dari Kompasiana.com, Agus Budiono mengatakan bahwa “Cyber Crime adalah tidak kriminal yang dilakkukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya internet.”
Cyber Crime ini
bermacam macam bentuknya, salah satunya yaitu Hacking.
Hacking ini sendiri merupakan mengidentifikasi
kelemahan dalam sistem komputer atau jaringan untuk mengeksploitasi kelemahannya
untuk mendapatkan akses. Jika Hacking
ini adalah suatu kegiatan, maka pelaksana kegiatan ini dinamakan Hacker. Walaupun kebanyakan orang menganggap Hacker itu orang jahat , namun pada kenyataannya tidak semua Hacker melakukan tindakan kriminal. Terdapat beberapa macam Hacker yang diidentifikasikan sesuai
dengan tujuan atau pengertian dari salah satu jenis Hacker itu sendiri.
1. Ethical Hacker (White hat): Seorang
hacker yang memperoleh akses ke sistem dengan maksud untuk memperbaiki
kelemahan yang diidentifikasi. Mereka juga dapat melakukan pengujian Penetrasi
dan penilaian kerentanan.
![]() |
| Sumber : merdeka.com |
2. Cracker (Black hat): Seorang hacker yang
mendapatkan akses tidak sah ke sistem komputer untuk keuntungan pribadi.
Tujuannya biasanya untuk mencuri data perusahaan, melanggar hak privasi,
mentransfer dana dari rekening bank dll.
3. Topi
abu-abu: Seorang peretas yang berada di antara peretas topi etis(White hat) dan hitam. Dia masuk ke
sistem komputer tanpa otoritas dengan maksud untuk mengidentifikasi kelemahan
dan mengungkapkannya kepada pemilik sistem.
4. Script
kiddies: Orang yang tidak terampil yang mendapatkan akses ke sistem komputer
menggunakan alat yang sudah dibuat.
![]() |
| Salah satu contoh hacktivist di Indonesia Sumber : inet.detik.com |
5. Hacktivist : Peretas yang menggunakan
peretasan untuk mengirim pesan sosial, agama, dan politik, dll. Ini biasanya
dilakukan dengan membajak situs web dan meninggalkan pesan di situs web yang
dibajak.



Comments
Post a Comment