Kudus Kota Santri Kota Kretek

Kudus

Masjid Menara Kudus

Sejarah Singkat

Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para Jama’ah Haji. Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus. 

Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang Hari Jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Hari jadi Kota Kudus dirayakan dengan parade, upacara, tasyakuran dan beberapa kegiatan di Al Aqsa / Masjid Menara yang dilanjutkan dengan ritual keagamaan seperti doa bersama dan tahlil.

Selain Sunan Kudus, di Kudus juga terdapat Sunan Muria (Umar Said) yang tidak kalah penting bagi kota Kudus ini an memiliki sejarah penting di Kota Kudus.
Dengan melihat sejarah Kudus yang sangat Islami, para leluhur penduduk Kudus ingin agar budaya Islam yang ada di Kota Kudus ini sirna seiring berjalannya waktu.Maka dari itu banyak didirikan pesantren yang tersebar di beberapa wilayah Kudus untuk mendidik generasi muda Kudus supaya menjadi santri yang berkualitas.
Sumber : seputarkudus.com

Salah satu contoh pesantren yang terkenal adalah Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an yang berlokasi di sebelah timur laut pusat kota Kudus, tepatnya Jl. KH Moh. Arwani No.24 03/01, Pejaten, Kajeksan, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Pesantren ini juga menduduki peringkat 2 dari 7 pesantren terbaik di Indonesia versi pesantrentahfidzquran.com.

Kudus Kota Kretek


Kejayaan kota Kudus, selain sebagai basis santri juga basis usaha kecil, menengah dan besar. Tidak terlepas dari keberadaan Sunan Kudus. Kudus memiliki semboyan “GUSJIGANG”: bagus, ngaji lan dagang yang dimana artinya berkepribadian bagus (berakhlak mulia), tekun mengaji dan pandai berdagang. Dengan kata lain, masyarakat Kudus mampu mengenal dan membaca peluang usaha, serta ulet. Salah satu perdagangan yang terkenal dari dulu hingga sekarang adalah perdagangan sektor pertembakauan, mulai perdagangan bahan baku berupa tembakau dan cengkeh, juga perdagangan hasil olahan keduanya, berupa Rokok Kretek.
Perusahaan rokok yang terkenal di Kudus adalah Sukun.


Comments

  1. Kritik dan dan sarannya ya teman teman! 😁

    ReplyDelete
  2. Masyaa Allah bagus sekali pemaparannya 🤗 ditunggu tulisan berikutnya, semakin penasaran dengan sejarah Kudus 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Terima kasih kakak. InshaaAllah dilanjut lagi :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gedung Tokong Nanas

Manusia Bermoral Tidak Membajak Akun Orang

Kantin Asrama Cowok Telkom University